Apakah kamu pernah merasa burnout saat menjalani perkuliahan? Tenang, kamu tidak sendirian! Kondisi ini sering terjadi karena kebiasaan belajar yang kurang tepat. Nah, ternyata orang Jepang punya beberapa cara unik untuk mengatasi rasa malas dan menjaga semangat belajar, lho. Yuk, simak artikel berikut!
Jepang yang dikenal dengan budayanya yang disiplin ternyata memiliki sejumlah kebiasaan positif yang bisa kamu tiru untuk meningkatkan produktivitas dan menghindari burnout. Berikut beberapa di antaranya:
Beberapa reader disini pastinya familiar dengan kata-kata ini, mulai dari anime hingga prinsip akuntansi menggunakan istilah ini. Kaizen simple nya bermakna perubahan kecil yang berkelanjutan, Filosofi ini mengajarkan untuk terus berkembang dan bertumbuh lebih baik dari hari sebelumnya. Kamu dapat memulai nya dengan melakukan hal-hal yang sederhana seperti bangun pagi, berjalan kaki, hingga melakukan aktivitas-aktivitas yang mengembangkan mindset.
Ikigai berasal dari dua kata, yang yang berarti (hidup) dan (nilai atau alasan), artinya filosofi ini mengajarkan kita untuk mencari titik temu/makna hidup kita. Hal ini dapat dilakukan dengan bertanya pada diri sendiri tentang “Apa yang anda sukai”, “Apa yang bisa kamu hasilkan”, “Apa yang kamu kuasai” dan pada saat kamu menemukan jawaban dan tekad maka rasa malas dan keraguan itu akan menghilang.
Shoshin artinya menerapkan prinsip “pikiran pemula”. Yang artinya konsep ini mendorong kita untuk memiliki keterbukaan dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu. Filosofi ini mengajarkan kita untuk lebih banyak mendengarkan sesuatu tanpa harus menghakimi demi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam. Dengan menerapkan filosofi ini, kita mencegah diri untuk berpikir sempit atau terlalu tahu dan mendukung growth-mindset selama pembelajaran.
Yang terakhir dan tak kalah penting adalah Ganbaru yang berarti melakukan yang terbaik. Budaya jepang ini mengajarkan kita untuk bekerja keras, gigih, dan pantang menyerah untuk mencapai sesuatu, kebiasaan ini menyimpulkan bahwa kerja keras harus diiringi dengan pantang menyerah, mungkin hari ini kamu gagal, tetapi bisa jadi esok hari kamu berhasil, sehingga penting bagi kita untuk memiliki komitmen penuh pada suatu tugas hingga diselesaikan.
Sebagai pelengkap dari Ganbaru, Orang jepang menerapkan Filosofi Oubaitori, yaitu percaya untuk tidak membandingkan diri sendiri dengan yang lain karena sejatinya setiap manusia memiliki keunikan masing-masing dan pace jalannya sendiri sehingga perlu untuk kita menghargai pencapaian yang di dapat tanpa membandingkan dengan pencapaian dan jalan hidup orang lain. Dengan menerapkan filosofi ini, kita dengan sadar membebaskan diri dari tekanan pribadi dan sosial sehingga menumbuhkan rasa percaya diri.
Wabi sabi berasal dari dua kata yaitu wabi (kesederhanaan) dan sabi (keindahan yang muncul seiring waktu), konsep ini mengajarkan kita untuk menemukan keindahan dari ketidaksempurnaan. Setiap dari kita pastinya pernah melakukan kesalahan, hal itu adalah wajar. Yang harus dilakukan adalah mensyukuri apa yang dimiliki dan berubah untuk menjadi lebih baik.
Dari keenam kebiasaan orang jepang, disimpulkan bahwa budaya disiplin semata-mata tidak terbentuk, tetapi dorongan dalam dirilah yang menjadi kunci keberhasilan kita. Sehingga, temukan tujuan hidup dan rangkailah kehidupan mu untuk menjadi lebih baik.
-Intan