Masuk / Daftar
14 Juli 2025
Masih ingatkah kalian dengan kasus anak muda yang melakukan tindak kekerasan pada anak dari pengurus GP Ansor di tahun 2023? Ia berasal dari keluarga pejabat dan sering memamerkan gaya hidup mewah di media sosial. Kasus ini menghebohkan masyarakat Indonesia karena menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan, arogansi, serta hilangnya nilai-nilai moral dan karakter kepemimpinan sejak dini. Anak muda itu tumbuh di lingkungan yang membuatnya seolah kebal hukum, hingga akhirnya lupa pada tanggung jawab sosial yang seharusnya dimiliki.
Kasus anak muda itu menjadi pengingat bahwa karakter kepemimpinan tidak boleh diabaikan dan harus dibentuk sejak dini. Di tengah dunia yang penuh tantangan global dan derasnya arus digitalisasi, generasi muda Indonesia dituntut untuk menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Menariknya, nilai-nilai tersebut sudah lama tertanam dalam budaya Nusantara, salah satunya melalui ajaran Hasta Brata yaitu filsafat kepemimpinan kuno yang berasal dari kisah Ramayana dan Mahabharata.
Hasta berarti delapan, sedangkan Brata berarti laku atau perilaku hidup. Artinya, Hasta Brata adalah delapan prinsip kepemimpinan yang diambil dari berbagai karakteristik alam semesta, yaitu matahari, bulan, bintang, api, angin, air, bumi, dan samudra. Filosofi ini mengajarkan bahwa seorang pemimpin sejati harus meneladani sifat-sifat alam agar dapat membawa rakyatnya menuju kesejahteraan.
Mengapa Anak Muda Perlu Menerapkan Hasta Brata?
Generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin pada masa depan. Dengan memahami dan menerapkan Hasta Brata, anak muda dapat menjadi pemimpin yang adaptif dan berlandaskan pada nilai-nilai luhur bangsa. Di tengah gempuran budaya luar, Hasta Brata adalah pengingat bahwa Indonesia memiliki warisan budaya yang berharga, dan tak akan hilang seiring berjalannya waktu.
Sebagai anak muda Indonesia, kita tidak cukup hanya cerdas dan kreatif, namun harus mempunyai karakter yang kuat seperti nilai-nilai di Hasta Brata agar dapat menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berintegritas, dan adaptif dengan perubahan zaman. Yuk kita bersama-sama memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur Hasta Brata dalam kehidupan sehari-hari agar dapat membangun Indonesia yang lebih maju!
Referensi:
Soemarsaid, Moertono. (1985). State and Statecraft in Old Java: A Study of the Later Mataram Period, 16th to 19th Century. Ithaca: Cornell University.
Purwadi. (2002). Falsafah Kepemimpinan Jawa: Hasta Brata. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Koentjaraningrat. (2009). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
(Nadine)
X
Populer