Masuk / Daftar
04 Maret 2026
Di tengah dunia bisnis/usaha yang identik dengan target, laba, dan pertumbuhan, terdapat sebuah pertanyaan. Apakah bisnis dapat berjalan dengan nilai spiritual tanpa kehilangan daya saingnya? Konsep bisnis spiritual hadir sebagai jawaban bahwa kegiatan ekonomi tidak boleh terlepas dari nilai kemanusiaan, etika, dan kesadaran terkait dampaknya bagi lingkungan dan masyarakat. Spiritualitas dapat dimasukkan ke dalam sistem dan praktek manajemen modern.
Bisnis yang spiritual bukan bisnis yang penuh simbol keagamaan atau ritual tertentu, namun mempunyai kesadaran mendalam bahwa setiap keputusan bisnis berdampak bagi banyak pihak, seperti karyawan, pelanggan, masyarakat, dan alam. Ada rasa keterhubungan (interconnectedness) yang membuat perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan finansial, namun juga mempertimbangkan keberlanjutan dan kesejahteraan bersama. Keuntungan tetap penting, namun bukan satu-satunya tujuan.
Ciri lain dari bisnis spiritual adalah ada niat baik (good intention) yang diterapkan ke dalam sistem pengendalian manajemen. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan keberlanjutan bukan hanya sekedar slogan, namun benar-benar masuk ke dalam proses perencanaan, evaluasi kinerja, dan pengambilan keputusan. Sistem pengendalian tidak hanya mengukur pencapaian target secara angka, namun juga memastikan bahwa cara mencapai target tetap etis dan bermakna.
Bisnis spiritual berorientasi pada “surplus” dalam arti luas. Tidak hanya soal laba secara finansial, namun juga mempunyai nilai sosial, lingkungan, dan kemanusiaan. Pendekatan ini sesuai dengan semangat pembangunan berkelanjutan, dimana pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan kelestarian alam dan kesejahteraan sosial. Bisnis yang spiritual adalah bisnis yang sadar pada tujuan, dampak, dan tanggung jawab. Mencari keuntungan tanpa kehilangan hati nurani. Untuk lebih lengkapnya, materi ini akan dipelajari dalam mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen.
Referensi:
Efferin, Sujoko. (2021). Sistem Pengendalian Manajemen Berbasis Spiritualitas Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Expert - Graha Ilmu: Yogyakarta.
(Nadine)
X
Populer