Masuk / Daftar
15 Februari 2026
Selama ini, akuntansi sering dipahami sebagai sistem formal yang tersusun rapi dalam standar, prosedur, dan laporan keuangan yang terstruktur. Tetapi, realitanya tidak selalu sederhana dalam praktek sehari-hari di organisasi. Banyak keputusan dan komunikasi yang menggunakan cara-cara informal. Hal ini berkembang dari kebiasaan, pengalaman, dan kebutuhan para pelaku di lapangan. Fenomena ini memunculkan konsep “akuntansi vernakular” sebagai bentuk praktek akuntansi lokal yang digunakan bersamaan dengan sistem formal. Nah, apa itu akuntansi vernakular? Yuk kita bahas dalam artikel ini!
Apa Itu Akuntansi Vernakular?
Akuntansi vernakular adalah pendekatan dalam akuntansi yang fokusnya pada praktek akuntansi informal yang diterapkan oleh pelaku akuntansi sehari-hari di perusahaan. Praktek ini tidak tercakup sepenuhnya oleh sistem formal atau aturan baku, tetapi tetap mempunyai peran dalam pengambilan keputusan dan komunikasi internal. Kata “vernacular” berarti dialek lokal yang dipakai oleh masyarakat umum, menunjukkan bahwa praktek akuntansi ini muncul dari “bahasa” dan kebutuhan pelaku di lapangan. Dalam organisasi, pelaku akuntansi tidak selalu mengikuti aturan formal, namun sering menciptakan aturan sendiri untuk menyelesaikan masalah harian yang tidak bisa diselesaikan oleh sistem formal. Hal inilah yang disebut akuntansi vernakular.
Karakteristik Akuntansi Vernakular
Manfaat Akuntansi Vernakular
Contoh penerapan akuntansi vernakular, seperti penggunaan memo internal di perusahaan sebagai alat untuk mempercepat alur informasi atau memecahkan masalah produksi yang tidak bisa ditangani oleh sistem formal. Memo ini biasanya dibuat berdasarkan kesepakatan informal antara pelaku, bukan atas dasar prosedur formal yang ditetapkan. Praktek seperti ini sering terlihat di lapangan, terutama di perusahaan besar yang mempunyai proses formal kompleks, namun para pekerja di lini depan memilih pendekatan yang lebih cepat, sederhana, dan relevan untuk kebutuhan mereka.
Akuntansi vernakular merupakan konsep penting untuk memahami praktek akuntansi di luar standar formal. Praktek akuntansi tidak hanya dijalankan berdasarkan aturan baku, namun juga kebutuhan, pengalaman, dan kesepakatan pelaku di lapangan. Konsep ini membuka pemahaman baru bahwa akuntansi adalah praktek sosial dan komunikatif, bukan hanya sistem angka yang kaku. Dengan demikian, akuntansi vernakular menegaskan bahwa praktek akuntansi perlu dipahami secara kontekstual, adaptif, dan sesuai dengan realita sosial tempatnya dijalankan.
Referensi:
Wijaya, Riesanti E. (2022). Vernacular Accounting: Mengungkap Keunikan Komunikasi dalam Sistem Informasi Akuntansi. Peneleh.
(Nadine)
X
Populer