Ini Dia Beberapa Instrumen Investasi Yang Cocok Di Saat Krisis!
28 Januari 2026
14
Suka
Umumnya, krisis ekonomi karena resesi global, lonjakan inflasi, konflik geopolitik, maupun ketidakstabilan pasar keuangan, memberikan tekanan besar bagi nilai aset investasi. Kondisi tersebut membuat investor cenderung menghindari instrumen investasi yang beresiko tinggi dan mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih stabil dan aman. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dan memahami instrumen investasi yang dapat dimanfaatkan di saat krisis, khususnya untuk menjaga nilai kekayaan dan stabilitas portofolio dalam jangka panjang. Apa saja instrumen-instrumen investasi tersebut? Yuk kita bahas dalam artikel ini!
1. Emas
Emas adalah instrumen investasi klasik yang secara historis dikenal sebagai safe haven asset. Saat situasi krisis ekonomi dan ketidakpastian global, emas sering dijadikan alat lindung nilai (hedging) karena nilainya tidak bergantung langsung pada kinerja perusahaan atau kebijakan ekonomi suatu negara tertentu. Harga emas cenderung stabil atau meningkat saat terjadi inflasi tinggi, pelemahan mata uang, atau ketidakstabilan pasar keuangan. Selain itu, emas mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi dan diakui secara global, sehingga mudah diperdagangkan kapanpun dibutuhkan. Karakteristik tersebut membuat emas menjadi instrumen investasi yang sering diandalkan di saat krisis ekonomi dan ketidakpastian pasar.
2. Obligasi Pemerintah
Obligasi pemerintah, terutama yang diterbitkan oleh negara dengan kredibilitas fiskal yang baik, termasuk instrumen investasi yang resikonya rendah. Instrumen tersebut memberikan pendapatan tetap berupa kupon dan mempunyai jaminan pembayaran dari negara penerbit. Saat masa krisis, banyak investor mengalihkan dana ke obligasi pemerintah karena dianggap lebih aman daripada saham atau instrumen beresiko lainnya. Di Indonesia, Surat Berharga Negara (SBN) sering digunakan sebagai instrumen defensif karena imbal hasilnya stabil dan resiko gagal bayar relatif rendah. Oleh sebab itu, obligasi pemerintah berperan penting dalam menjaga stabilitas portofolio saat kondisi ekonomi memburuk.
3. Saham Sektor Defensif
Saham sektor defensif adalah saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang kebutuhan dasar masyarakat, seperti sektor kesehatan, utilitas, dan barang konsumsi primer. Permintaan terhadap produk dan jasa di sektor ini relatif stabil, bahkan saat terjadi perlambatan ekonomi. Akibatnya, kinerja keuangan perusahaan defensif cenderung lebih tahan terhadap tekanan krisis daripada sektor siklikal seperti properti atau otomotif. Meskipun tetap mempunyai resiko pasar, saham defensif sering dipilih investor untuk menjaga kestabilan portofolio dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu.
4. Reksa Dana Pasar Uang
Reksa dana pasar uang merupakan instrumen investasi yang menempatkan dana pada aset jangka pendek dan beresiko rendah, seperti deposito, sertifikat Bank Indonesia, dan surat utang jangka pendek. Instrumen ini menawarkan tingkat likuiditas yang tinggi dan fluktuasi nilai yang minimal, sehingga cocok digunakan sebagai tempat penyimpanan dana sementara selama krisis. Meskipun imbal hasilnya relatif lebih rendah daripada saham atau reksa dana saham, nilainya stabil dan resikonya rendah sehingga instrumen ini menjadi pilihan aman saat kondisi pasar bergejolak.
5. Mata Uang Safe Haven
Beberapa mata uang global, seperti dolar Amerika Serikat (USD), Swiss franc (CHF), dan yen Jepang (JPY), dikenal sebagai mata uang safe haven. Mata uang tersebut cenderung menguat saat terjadi krisis global karena tingginya tingkat kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan sistem keuangan negara penerbitnya. Dalam hal investasi, kepemilikan aset dalam mata uang safe haven dapat membantu melindungi nilai portofolio dari resiko depresiasi mata uang domestik selama krisis ekonomi.
Instrumen investasi yang tepat di saat krisis berperan penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan portofolio investor di tengah ketidakpastian ekonomi. Emas, obligasi pemerintah, saham sektor defensif, reksa dana pasar uang, dan mata uang safe haven merupakan contoh instrumen yang daya tahannya lebih baik daripada aset lain yang beresiko tinggi. Meskipun tidak sepenuhnya bebas resiko, kombinasi dan diversifikasi yang tepat antar instrumen tersebut bisa membantu meminimalkan dampak krisis pada nilai investasi. Dengan demikian, pemilihan instrumen investasi yang defensif dan seimbang menjadi strategi penting dalam menghadapi dinamika ekonomi yang tidak menentu.