Salah satu kasus terbesar yang menunjukkan praktek earnings management adalah skandal akuntansi di WorldCom, perusahaan telekomunikasi di Amerika Serikat pada tahun 2002. Kasus tersebut menunjukkan bagaimana manajemen menggunakan fleksibilitas akuntansi untuk memberikan gambaran kinerja perusahaan yang lebih baik dibanding kondisi sebenarnya. Earnings management muncul karena manajer mempunyai kewenangan untuk memilih metode akuntansi dan membuat estimasi tertentu. Kebebasan tersebut diberikan agar laporan keuangan bisa menunjukkan kondisi ekonomi perusahaan dengan tepat. Tetapi, jika digunakan untuk memenuhi kepentingan pribadi manajemen, maka berubah menjadi tindakan oportunistik.
Dalam kasus WorldCom, tekanan untuk mempertahankan pertumbuhan laba dan memenuhi ekspektasi investor mendorong manajemen untuk melakukan manipulasi laporan keuangan. WorldCom dilaporkan meningkatkan laba dengan cara mengubah perlakuan akuntansi pada biaya operasional tertentu. Salah satu tindakan utamanya yaitu memindahkan line costs (biaya penggunaan jaringan) yang seharusnya dicatat sebagai beban operasional menjadi aset perusahaan (capitalization) sehingga beban periode berjalan terlihat lebih rendah dan laba menjadi lebih tinggi.
Motivasi Earnings Management
Menurut Scott (2015), terdapat beberapa motivasi earnings management, antara lain:
1. Bonus Plan Hypothesis
Saat kompensasi manajer dikaitkan dengan kinerja laba, manajer mempunyai insentif untuk meningkatkan laba yang dilaporkan. Dalam kasus WorldCom, tekanan untuk menunjukkan pertumbuhan laba yang stabil membuat manajemen berusaha mempertahankan citra bahwa perusahaan tetap mempunyai kinerja yang kuat walaupun kondisi bisnis sebenarnya mengalami penurunan, sehingga laba menjadi angka yang dikelola agar sesuai kepentingan manajemen.
2. Debt Covenant Hypothesis
Perusahaan yang mempunyai tekanan dari kontrak utang dapat terdorong melakukan earnings management agar terlihat memenuhi persyaratan keuangan tertentu. WorldCom mempunyai kebutuhan untuk menjaga kepercayaan kreditur dan investor karena perusahaan berada dalam industri yang membutuhkan investasi besar. Dengan menunjukkan laba yang lebih tinggi, perusahaan dapat terlihat lebih stabil secara finansial daripada kondisi sebenarnya.
3. Political Cost Hypothesis
Perusahaan besar biasanya memperoleh perhatian tinggi dari investor, regulator, dan publik sehingga manajemen mempunyai tekanan untuk menjaga reputasi perusahaan. WorldCom berusaha mempertahankan citra sebagai perusahaan telekomunikasi yang terus berkembang. Tetapi, saat manipulasi tersebut terungkap, perusahaan justru mengalami kerugian besar, termasuk kehilangan kepercayaan pasar dan akhirnya mengalami kebangkrutan.
Earnings Management atau Fraud?
Kasus WorldCom menunjukkan batas antara earnings management dan fraud. Pada dasarnya, earnings management tidak selalu melanggar aturan jika dilakukan dengan pilihan akuntansi yang masih diperbolehkan oleh standar akuntansi. Contohnya, perusahaan memilih metode penyusutan tertentu karena dianggap paling menunjukkan penggunaan aset. Tetapi, WorldCom berbeda melakukan pencatatan yang tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku (GAAP) dan sengaja menyembunyikan kondisi ekonomi perusahaan sebenarnya. SEC menyatakan bahwa WorldCom mengurangi beban dan meningkatkan laba yang dilaporkan dengan manipulasi pencatatan biaya.
Pelajaran dari Kasus WorldCom
Fleksibilitas akuntansi mempunyai dua sisi. Di satu sisi, fleksibilitas membantu manajemen memberikan informasi yang lebih relevan. Tetapi di sisi lain, fleksibilitas tersebut dapat menjadi peluang untuk melakukan manipulasi.
Konflik kepentingan dalam agency theory menjadi faktor utama munculnya earnings management. Manajer sebagai agen mempunyai informasi lebih banyak daripada investor sehingga dapat mengambil keputusan yang menguntungkan dirinya sendiri.
Kualitas laporan keuangan tidak hanya bergantung pada standar akuntansi, namun juga etika manajemen, efektivitas tata kelola perusahaan, dan peran auditor dalam mendeteksi penyimpangan.
Kasus WorldCom menunjukkan bagaimana earnings management terjadi dalam praktek. Awalnya, manajemen hanya memanfaatkan ruang fleksibilitas akuntansi untuk mempertahankan persepsi positif pasar, namun berkembang menjadi manipulasi laporan keuangan yang merugikan banyak pihak. Earnings management menjadi masalah bukan karena pilihan akuntansi, namun tujuan dibalik pilihan tersebut. Jika untuk meningkatkan kualitas informasi, maka dapat memberikan manfaat. Tetapi, jika untuk menutupi kinerja buruk dan mengejar kepentingan pribadi, maka dapat menurunkan kepercayaan pada laporan keuangan. Untuk lebih lengkapnya, materi ini akan dipelajari dalam mata kuliah Akuntansi Keuangan Strategis.
Referensi:
Scott, William R. (2015). Financial Accounting Theory. Pearson.