Absorption Costing vs Variable Costing: Mana Yang Sebaiknya Digunakan?
31 Oktober 2025
88
Suka
Dalam dunia manufaktur dan pengendalian biaya, metode penentuan harga pokok produk tidak hanya berdampak signifikan pada nilai persediaan dan laba yang dilaporkan, namun juga pada pengambilan keputusan internal manajemen. Dua metode yang paling umum digunakan adalah absorption costing dan variable costing. Kedua metode tersebut memiliki perbedaan dalam konteks income statement, pengaruh perubahan persediaan, evaluasi kinerja, serta kapan penggunaannya. Seperti apa perbedaan antara absorption costing dan variable costing? Mana yang sebaiknya digunakan? Yuk kita bahas dalam artikel ini!
Definisi dan Karakteristik
Absorption Costing adalah metode penentuan harga pokok produk yang memasukkan seluruh biaya produksi yaitu bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, overhead variabel manufaktur, dan overhead tetap manufaktur ke dalam biaya per unit produk. Sebagian biaya overhead tetap akan “terserap” ke dalam persediaan produk yang belum terjual. Sedangkan Variable Costing adalah metode dimana hanya biaya produksi yang bersifat variabel seperti bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead variabel yang diikutsertakan ke dalam biaya produk. Overhead tetap manufaktur diperlakukan sebagai beban periode dan diakui sebagai expense pada periode terjadinya.
Perbedaan Utama
Pada absorption costing, fixed manufacturing overhead dibebankan ke produk dan berada dalam persediaan bila belum terjual. Sedangkan pada variable costing,fixed overhead langsung dianggap sebagai beban periode. Hal ini menyebabkan laba yang dilaporkan berbeda antara kedua metode tersebut jika jumlah unit yang diproduksi berbeda dengan jumlah unit yang dijual. Jika produksi lebih tinggi dari penjualan, maka persediaan akhir naik. Dalam absorption costing sebagian fixed overhead “tertunda” dalam persediaan sehingga laba yang dilaporkan lebih tinggi dibandingkan variable costing.Selain itu, variable costing lebih menekankan contribution margin dan pengendalian biaya variabel serta hubungan antara volume, biaya, dan laba. Sementara absorption costing lebih menekankan unit cost yang penuh dan cocok untuk pelaporan eksternal serta inventarisasi.
Kelebihan dan kekurangan
Absorption Costing – Kelebihan:
Memenuhi persyaratan pelaporan eksternal/inventarisasi karena semua biaya produksi termasuk dalam produk.
Menunjukkan biaya penuh per unit, sehingga cocok untuk penentuan harga jual serta valuasi persediaan.
Dapat memberikan laba yang lebih tinggi saat produksi meningkat (karena pengakuan fixed overhead diperlambat). Jika produksi tinggi dan persediaan besar, maka bisa menjadi insentif.
Absorption Costing – Kekurangan:
Karena fixed overhead dapat ditunda dalam persediaan, hasil laporan laba dapat terdistorsi jika manajemen sengaja meningkatkan produksi hanya untuk menyerap fixed overhead agar laba naik. Hal ini dapat mengakibatkan over-produksi atau persediaan menumpuk tanpa permintaan.
Tidak sejelas variable costing dalam menyoroti hubungan antara biaya variabel, volume, dan laba, sehingga kurang transparan untuk pengambilan keputusan internal seperti analisis break-even, segmentasi, dan evaluasi manajer divisi.
Variable Costing – Kelebihan
Fokus pada biaya yang berubah dengan volume produksi/penjualan, sehingga memudahkan analisis kontribusi, margin, dan pengambilan keputusan jangka pendek.
Tidak memunculkan permainan produksi untuk memanipulasi laba melalui perubahan persediaan. Karena fixed manufacturing overhead dibebankan langsung, laba lebih mencerminkan aktivitas nyata penjualan.
Lebih cocok untuk pengendalian internal, evaluasi kinerja segmen, dan pengambilan keputusan manajerial.
Variable Costing – Kekurangan
Tidak dapat digunakan untuk pelaporan eksternal yang mengharuskan semua biaya produksi dimasukkan ke inventarisasi (tergantung pada regulasi lokal).
Dapat dianggap kurang “lengkap” bila dipakai untuk menentukan harga jangka panjang atau valuasi persediaan, karena tidak menyerap fixed manufacturing overhead ke dalam produk.
Metode mana sebaiknya digunakan?
Absorption costing digunakan jika fokus utama perusahaan adalah pelaporan keuangan eksternal, seperti penyusunan laporan laba rugi dan neraca yang akan diaudit atau disampaikan kepada pemegang saham. Metode ini memenuhi prinsip akuntansi yang berlaku umum karena seluruh biaya produksi, baik tetap maupun variabel, dimasukkan ke dalam harga pokok produk. Dengan cara ini, nilai persediaan dan laba yang dilaporkan menjadi lebih lengkap dan sesuai dengan standar pelaporan eksternal.
Selain itu, absorption costing juga dapat digunakan jika perusahaan memerlukan informasi untuk penetapan harga jangka panjang, perhitungan biaya penuh per unit, atau pelaporan yang melibatkan valuasi aset dan persediaan. Metode ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai total biaya produksi yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk.
Variable costing digunakan bila tujuan utama untuk pengambilan keputusan internal, seperti analisis break-even point, penentuan contribution margin, atau penilaian kinerja segmen usaha. Metode ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang hubungan antara biaya, volume, dan laba karena hanya biaya yang berubah akibat aktivitas produksi yang diperhitungkan. Oleh karena itu, manajemen dapat lebih mudah mengendalikan biaya dan menilai efektivitas operasional tanpa dipengaruhi oleh perubahan jumlah persediaan.
Selain itu, dalam kondisi di mana volume produksi dan penjualan sering berfluktuasi, variable costing membantu menampilkan hasil laba yang lebih realistis. Metode ini menghindari distorsi laba yang dapat terjadi pada absorption costing ketika persediaan meningkat dan sebagian biaya tetap belum diakui sebagai beban. Tidak ada metode yang lebih unggul dalam segala situasi. Perusahaan sebaiknya memahami kelebihan dan kelemahan masing-masing metode agar dapat menggunakannya dengan tepat sesuai konteks pelaporan dan kebutuhan pengambilan keputusan manajerial.
Contoh kasus
Sebuah perusahaan manufaktur memproduksi 15.000 unit dalam satu periode, tetapi hanya menjual 10.000 unit, sehingga ada 5.000 unit persediaan akhir. Dengan absorption costing, sebagian fixed manufacturing overhead pada 5.000 unit persediaan belum dijual akan ditunda dalam neraca dan belum diakui sebagai beban sehingga laba pada periode tersebut lebih tinggi dibandingkan jika menggunakan variable costing. Jika manajemen hanya fokus melaporkan laba yang tinggi, mungkin akan terdorong untuk memproduksi lebih dari yang dijual sehingga beresiko persediaan menumpuk.
Dalam memilih antara absorption costing dan variable costing, tidak ada satu metode yang selalu lebih baik dalam semua situasi. Pemilihan metode bergantung pada tujuan, apakah untuk pelaporan eksternal, pengambilan keputusan internal, kontrol biaya, atau evaluasi kinerja. Sederhananya, gunakan absorption costing ketika membutuhkan metode untuk memenuhi prinsip pelaporan eksternal, kebutuhan valuasi persediaan, atau penentuan harga jangka panjang yang mencakup seluruh biaya produksi, dan variable costing ketika ingin memperoleh informasi yang lebih jelas untuk pengambilan keputusan internal, analisis kontribusi, pengendalian biaya variabel, dan evaluasi kinerja yang tidak terdistorsi oleh perubahan persediaan.
Referensi:
Hansen, D. R., & Mowen, M. M. (2007). Managerial Accounting (8th ed.). Thomson South-Western.
(Nadine)
×
Facebook
WhatsApp
X
LinkedIn
Copy Link
Kategori Artikel
Akuntansi Biaya
Akuntansi Keuangan
Akuntansi Manajemen
Akuntansi Sektor Publik
Akuntansi Sosial dan Lingkungan
Audit
Investasi dan Pasar Modal
Penelitian Dosen
Perpajakan
Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Manajemen
Sistem Pengendalian Manajemen
Tentang Akuntansi
U M U M
Kategori Artikel
Nama Kategori
Akuntansi Biaya
Akuntansi Keuangan
Akuntansi Manajemen
Akuntansi Sektor Publik
Akuntansi Sosial dan Lingkungan
Audit
Investasi dan Pasar Modal
Penelitian Dosen
Perpajakan
Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Manajemen
Sistem Pengendalian Manajemen
Tentang Akuntansi
U M U M
Populer
Akuntansi Ubaya Gelar Bootcamp “The Art of War” untuk Meningkatkan Mental Juara Mahasiswa
01 Februari 2026
Ini Dia Beberapa Instrumen Investasi Yang Cocok Di Saat Krisis!
28 Januari 2026
Akuntansi di Tengah Krisis Global: Bagaimana Perang Mengubah Praktek Pelaporan Keuangan?
24 Januari 2026
Mengenal Jenis-jenis Control dalam Sistem Pengendalian Manajemen
16 Januari 2026
Yuk Kenali Macam-Macam Standar Penyusunan Laporan Keberlanjutan
13 Januari 2026
Cinta Tanah Air dan Religius Tak Cukup? Peran Moral Pajak dalam Menekan Penggelapan Pajak
06 Januari 2026
Laporan Keberlanjutan: Strategi Transparansi Perusahaan pada Era Bisnis Berkelanjutan
05 Januari 2026
Sistem Pengendalian Manajemen: Mengarahkan Perilaku dan Kinerja Organisasi Untuk Mencapai Tujuan
30 Desember 2025
Mindfulness Dalam Belajar Akuntansi: Jalan Baru Menuju Keberlanjutan
29 Desember 2025
Mengenal Jenis-Jenis Pengujian dalam Audit
24 Desember 2025
Mahasiswa Akuntansi UBAYA Berhasil Menjadi Best Individual dalam INKOMPASS INNOVATION CHALLENGE 2025
11 Desember 2025
ESG: Strategi Bisnis Masa Depan yang Mengubah Cara Perusahaan Bertanggung Jawab
08 Desember 2025
Prestasi SOA: Tim Accounting Warrior UBAYA Sukses Raih Juara 2 di National Accounting Games 2025
05 Desember 2025
Akuntansi dan Perpajakan Menurut Saya: Dua Sistem, Satu Tujuan
03 Desember 2025
School of Accounting Melalui KSM Akuntansi UBAYA Tingkatkan Wawasan Mahasiswa Melalui Company Visit ke PKF Surabaya
29 November 2025
Akuntansi UBAYA Hadirkan Wawasan Baru bagi Mahasiswa Terkait Analitik & Visualisasi Data Untuk Pengambilan Keputusan
24 November 2025
Mahasiswa Akuntansi UBAYA Lakukan Company Visit ke Artax Surabaya
24 November 2025
Memahami Konsep Inti dan Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi
24 November 2025
Kekuatan Nilai Religius dalam Mendukung Keuangan Hijau: Peran Kunci SDM, Identitas, dan Kepemimpinan
21 November 2025
Mahasiswa Akuntansi UBAYA Menjadi 4th Runner Up dalam National APA Awards 2025
18 November 2025
Dosen School of Accounting Hadir sebagai Pembicara di Pelatihan Future Proof Business Skills
17 November 2025
Peran Data Analytics dalam Memperkuat Proses Design Thinking pada Produksi Konten Untuk Media Sosial
15 November 2025
Mahasiswa Akuntansi UBAYA Raih Juara 2 pada The 14th International Development Student Conference UNAIR x BNI
15 November 2025
Kolaborasi SOA UBAYA dan PwC Hadirkan Mini Audit Case bagi Mahasiswa
12 November 2025
Kolaborasi Lintas Fakultas Raih Silver Award di 3rd International Youth Conference Malaysia 2025
25 Oktober 2025
Memahami CSR: Antara Tanggung Jawab Ekonomi dan Nilai Sosial
11 November 2025
Akuntansi UBAYA Gelar Kuliah Umum: Soroti Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Informasi Keberlanjutan
05 November 2025
PMK 72 Tahun 2025: Insentif PPh 21 Diperluas ke Sektor Pariwisata
05 November 2025
Dosen Akuntansi UBAYA Ikuti Student Exchange di Roma
01 November 2025
Absorption Costing vs Variable Costing: Mana Yang Sebaiknya Digunakan?
31 Oktober 2025
Prestasi SOA: Mahasiswa UBAYA Raih Prestasi di Lomba Esai Nasional di UNS
30 Oktober 2025
Prestasi SOA: Dua Mahasiswa Akuntansi Ubaya Angkat Inovasi Ekonomi Digital di Konferensi Internasional CIDE 2025, Rumania
27 Oktober 2025
Ini Dia Tips Agar Hasil Perhitunganmu Balance!
19 Oktober 2025
25th Accounting In Harmony: Ketika Kuliah Tak Hanya Soal Akademik, Tetapi Juga Nilai-nilai Kehidupan
09 Oktober 2025
judul2025-10-09 20:52:24
09 Oktober 2025
Etika Bisnis di Balik Tata Kelola: Siapa yang Paling Berpengaruh?
03 Oktober 2025
Memahami Perlakuan Akuntansi untuk Sewa: Sewa Operasi vs. Sewa Pembiayaan
30 September 2025
Masih Bingung Cara Mengalokasikan Biaya? Ini Dia Panduannya dalam Akuntansi Biaya!
29 September 2025
Membangun Harmoni Antara Pekerjaan dan Kehidupan: Studi pada Profesi Akuntan
25 September 2025
Akuntansi UBAYA Bekali Mahasiswa dengan Insight Karir Akuntansi dan Keuangan
22 September 2025
judul2025-09-22 11:37:21
22 September 2025
Outsourcing: Strategi Mengoptimalkan Bisnis pada Era Digital
18 September 2025
Talk Show With SOA Founding Father: Bahas Strategi Keberlanjutan Family Business
18 September 2025
Menguak Strategi Perusahaan dalam Mengelola Citranya di Media Sosial
16 September 2025
UBAYA ACCOUNTING COMPETITION: Menumbuhkan Jiwa Kompetisi Bagi Mahasiswa Akuntansi UBAYA
16 September 2025
Debt Investment vs Equity Investment: Bagaimana Perlakuan Akuntansinya?
11 September 2025
ACCOUNTANTS vs AI: Talkshow with SOA UBAYA
07 September 2025
Akuntansi SOA di Klik Radio 100.5 FM: Bahas Pentingnya Mindfulness dalam Bisnis
06 September 2025
Akuntan Publik Harus Tau Ini: Kode Etik Agar Dapat Menjaga Kepercayaan Publik
06 September 2025
SOA Bersama MGMP Tingkatkan Kualitas Pengajaran Guru Akuntansi SMK lewat Pelatihan Deep Learning
05 September 2025
UBAYA Gelar MOB 2025:School of Accounting Berkolaborasi dengan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Sambut Mahasiswa Baru dengan Hangat dan Inspiratif.
02 September 2025
Social Media Information System: Kerangka Kerja di Balik Kesuksesan Media Sosial
03 September 2025
Komunikasi Keberlanjutan: Perbedaan Strategi di Perusahaan Hijau dan Non-Hijau pada Era Digital
02 September 2025
Business Intelligence: Mengubah Data Menjadi Senjata Strategis dalam Bisnis
27 Agustus 2025
Pentingnya Membuat Budget: Fondasi Perencanaan dan Pengendalian dalam Akuntansi Biaya
26 Agustus 2025
Mengenal Kurikulum RGB: Gambaran Umum & Penyesuaian Konversi Magang dan Kewirausahaan
27 Agustus 2025
Mengenal Siklus-Siklus dalam Sistem Informasi Akuntansi
21 Agustus 2025
Kolaborasi SOA UBAYA di LKTD SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya
13 Agustus 2025
Memahami Konsep dan Pelaporan Segmented & Interim Report dalam Akuntansi
11 Agustus 2025
Kolaborasi SOA: Transfer Knowledge Mahasiswa Dili Institute Technology di UBAYA
05 Agustus 2025
Kamu Tertarik Berinvestasi? Yuk Simak Investasi yang Cocok di Tahun 2025!
02 Agustus 2025
PwC Gelar Campus Hiring di UBAYA
31 Juli 2025
judul2025-07-31 18:53:55
31 Juli 2025
Akuntansi UBAYA Mendorong Efisiensi dan Efektivitas Riset Lewat Seminar Nasional
29 Juli 2025
Ketika Karyawan Akan Pensiun: Bagaimana Perlakuan Akuntansinya?
27 Juli 2025
Transfer Pricing: Ketika Terjadi Transaksi Antar Divisi di Perusahaan
26 Juli 2025
Program Profesi Akuntan UBAYA Berhasil Meraih Akreditasi Unggul
23 Juli 2025
LEAD3RSHIFT Camp: Membangun Jiwa Kepemimpinan bagi BPH KSM Akuntansi 2025-2026
22 Juli 2025
Marketplace Kini Wajib Pungut PPh Pasal 22: Apa Saja Ketentuannya?
18 Juli 2025
Dosen Akuntansi UBAYA Menjadi Pembicara di Webinar Internasional ACCA
14 Juli 2025
Joint Venture vs Joint Operation: Yuk Simak Perbedaannya dalam Akuntansi!
13 Juli 2025
Dosen Akuntansi UBAYA Meraih 2nd Runner Up Paper Award di AAEE 4th Biennial Emerging Scholars Colloquium and Conference 2025
09 Juli 2025
Strategi Bisnis dan Persaingan Industri: Strategi Mana yang Paling Efektif?
08 Juli 2025
Pentingnya Audit bagi Perusahaan: Menjaga Integritas dan Kepercayaan
26 Juni 2025
Mahasiswa Akuntansi UBAYA Raih Prestasi Menjadi Ambassador CPA Australia
26 Juni 2025
Akuntansi UBAYA Hadirkan Alumni untuk Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Profesional
22 Juni 2025
judul2025-06-21 20:40:13
21 Juni 2025
judul2025-06-21 20:34:20
21 Juni 2025
Yuk Simak Cara Menetapkan Harga dalam Akuntansi Manajemen
21 Juni 2025
Akuntansi Kok Belajar Sistem? Simak Alasannya!
17 Juni 2025
Sektor Publik vs Sektor Swasta: Bagaimana Perlakuan Akuntansinya?
16 Juni 2025
Akuntansi UBAYA Gelar Kuliah Umum “Next-Gen Auditor”: Bahas Adaptasi Profesi Audit pada Era AI
13 Juni 2025
Balanced Scorecard: Konsep dan Implementasi dalam Manajemen Strategis Modern
11 Juni 2025
Ketika Teknologi dan Etika Bertabrakan: Studi tentang Sistem Keylogger di Dunia Kerja
08 Juni 2025
Refleksi Nilai Yudhistira dalam Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Akuntansi Lingkungan
07 Juni 2025
Gemilang Prestasi Prodi Akuntansi UBAYA
Pada Konferensi Internasional KRA-XII 2025
di Universitas Airlangga
05 Juni 2025
Pengalaman, Integritas, dan Kompetensi: Faktor Kunci dalam Menentukan Kualitas Audit di Surabaya
02 Juni 2025
Kilau Prestasi SOA: Legenda Akuntansi Meraih Best Paper pada Konferensi INSYMA-22 di Vietnam
31 Mei 2025
Sistem Tarif Pajak Karbon: Menyongsong Masa Depan Keberlanjutan dan Dampaknya pada Ekonomi
30 Mei 2025
Apakah Ukuran Perusahaan dan Konsentrasi Pasar Mempengaruhi Produktivitas? Bukti dari Perusahaan Manufaktur di Indonesia
28 Mei 2025
Tax Haven dan Pengaruhnya terhadap Ekonomi Global: Dampak dan Tantangan Penghindaran Pajak
23 Mei 2025
Apakah Pasar Menghargai Agresivitas Manajemen? Ini Hasil Penelitiannya
22 Mei 2025
Akuntansi UBAYA Perkuat Citra Global Lewat Kuliah Umum Internasional Bertema Digitalisasi
21 Mei 2025
Karakteristik CEO dan Pengaruhnya terhadap Manajemen Laba di Indonesia
21 Mei 2025
UBAYA in ACCA Trainers Camp 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia
16 Mei 2025
Stres Kerja Auditor: Ancaman Tersembunyi terhadap Kualitas Audit di Indonesia
16 Mei 2025
Saat Emosi Bertemu Bias Recency: Apakah Keputusan Investasi Jadi Lebih Buruk?
15 Mei 2025
Ketika Narcissus Menjadi CEO: Bagaimana Narsisme CEO Mendorong Manipulasi Laba
14 Mei 2025
Polygon Gelar Campus Hiring di UBAYA untuk Internship Program 2025 Batch 2
13 Mei 2025
CSR dan Resiko Perusahaan: Mengungkap Perbedaan Dampaknya Pada Industri Kontroversial dan Non-Kontroversial
11 Mei 2025
Akuntansi UBAYA Siapkan Mahasiswa Menjadi Akuntan Berstandar Internasional
11 Mei 2025
judul2025-05-11 09:35:29
11 Mei 2025
Menakar Strategi Trading Menggunakan Indikator Trend Following di Pasar Saham Indonesia
09 Mei 2025
Lingkungan Bisnis dan Budaya Organisasi: Kunci Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen
07 Mei 2025
Strategi Bisnis dan Tax Planning: Siapa yang Lebih Cerdas Mengelola Pajak?
06 Mei 2025
Apakah Direktur Narsis Masih Peduli dengan Penghindaran Pajak? Ini Temuannya!
05 Mei 2025
ESG dan Performa Perusahaan: Ketika Digitalisasi Menjadi Penentu Nilai Tambah
04 Mei 2025
Pengaruh Kualitas Audit terhadap Praktek Earnings Management: Studi pada Perusahaan Manufaktur Indonesia