Masuk / Daftar
01 Maret 2026
Perkembangan media digital membuat informasi tentang perusahaan semakin mudah diakses oleh publik. Dosen Akuntansi UBAYA, Prof. Dr. Dedhy Sulistiawan, S.E., M.Sc., Ak., CA dan Prof. Dr. Felizia Arni Rudiawarni, S.E., M.Ak., CFP, melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana visibilitas media mempengaruhi praktek manajemen laba pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019 hingga 2021. Peningkatan penggunaan internet dan media sosial di Indonesia membuat perusahaan semakin sering menjadi sorotan media. Kondisi ini dapat mendorong manajer untuk menunjukkan kinerja keuangan yang terlihat baik di mata publik dan investor.
Penelitian tersebut menggunakan 1.285 data dari perusahaan dan mengukur visibilitas media berdasarkan jumlah pemberitaan di Google News. Sedangkan, manajemen laba diukur menggunakan model akrual (Kasznik dan Kothari) serta manajemen laba riil. Hasilnya menunjukkan bahwa visibilitas media tidak selalu berpengaruh pada manajemen laba berbasis akrual. Akan tetapi, media mempunyai peran dalam menekan praktek manajemen laba riil. Artinya, saat perusahaan sering diberitakan, manajer cenderung lebih berhati-hati dalam memanipulasi aktivitas operasional riil karena takut akan terdeteksi oleh publik.
Menariknya, penelitian tersebut juga menemukan bahwa kepemilikan publik berperan sebagai variabel moderasi. Pada perusahaan dengan tingkat laba tinggi (ROA > 10%), kepemilikan publik yang besar justru membantu menekan praktek manajemen laba saat perusahaan mendapat sorotan tinggi dari media. Pada kondisi ini, publik berfungsi sebagai pengawas (watchdog). Sebaliknya, pada perusahaan dengan laba rendah, kombinasi visibilitas media dan kepemilikan publik yang tinggi justru meningkatkan tekanan pada manajemen untuk mempercantik laporan keuangan. Tekanan ini muncul karena manajemen ingin memenuhi ekspektasi investor ritel yang dominan di Indonesia.
Secara keseluruhan, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa hubungan antara media, kepemilikan publik, dan manajemen laba tidak bersifat sederhana. Dampaknya bergantung pada tingkat profitabilitas perusahaan dan jenis manajemen laba yang dilakukan. Penelitian tersebut memberikan implikasi penting bagi investor, regulator seperti OJK, dan perusahaan itu sendiri agar dapat lebih memahami bagaimana tekanan publik dan media dapat mempengaruhi kualitas pelaporan keuangan di Indonesia.
*Note:
Ulasan diatas merupakan rangkuman dari:
Rudiawarni, F. A., Sulistiawan D., et al. (2025). How media visibility affects earnings management: the moderating effects of public ownership. International Journal of Social Economics.
Download artikel penuh: https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=eUCxgPsAAAAJ&cstart=20&pagesize=80&citation_for_view=eUCxgPsAAAAJ:xtRiw3GOFMkC
(Nadine)
X
Populer